Kampus Kekinian : Bela Negara dan Cinta Tanah Air Zaman Now

1
272

Tak mudah puas hanya mengimplementasi Tri Darma perguruan tinggi, Universitas Islam Kadiri Kediri atau yang lebih dikenal UNISKA melakukan penggebrakan dengan penambahan “Kampus Cinta Tanah Air”. Peresmian kampus cinta tanah air pun telah dilaksanakan pada tanggal 03 Mei 2017. Sementara itu, Tri Darma perguruan tinggi meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian.

Dewasa ini kondisi bangsa Indonesia yang begitu memprihatinkan. Jika zaman dahulu penjajahan di Indonesia terlihat jelas lawan yang dihadapi. Dengan mengangkat senjata untuk mengusir penjajah yang telah lama menyengsarakan rakyat.

Pada zaman now, bentuk penjajahan di Indonesia jauh berbeda. Penjajahan zaman now meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang tidak jelas siapa lawan yang dihadapi atau lebih dikenal dengan “Proxy war”.

Proxy war dikhawatirkan dapat menghilangkan identitas dan karakter bangsa. Dengan latar belakang tersebut, rektor UNISKA Prof. Dr. H. Suparyadi, S.IP., MM. mencanangkan visi UNISKA yang lebih memihak kepada Negara di masa depan. Semua warga UNISKA diharuskan mempunyai rasa cinta tanah air. Wujud cinta tanah air adalah bela Negara. Bela Negara zaman now, meliputi; strategi IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), kekuatan ekonomi, pengamalan akhlak pancasila, memperdalam ilmu agama, dll.

Sementara itu, salah satu strategi yang sudah disiapkan UNISKA adalah STM (Sistemik Terstruktur Pusat). STM merupakan kebijakan bela Negara yang tercantum dalam visi UNISKA “Menjadikan Universitas berskala nasional yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibidangnya yang memiliki jiwa entrepreneur, jiwa juang, dan jiwa islami.” Pengembangan jiwa juang terbagi menjadi dua bentuk yaitu akademik dan non akademik. Bentuk bela Negara secara akademik dengan penambahan mata kuliah bela Negara untuk semester I yang bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air dan bela Negara. Sedangkan kegiatan non akademik harus mencerminkan dukungan cinta tanah air, seperti; pengabdian kepada masyarakat, upacara peringatan hari besar, diskusi kenegaraan, perilaku cinta produk dalam negeri, dll.

Keseriusan rektoriat dalam mengimplementasikan kampus cinta tanah air pun dapat dilihat dari penyusunan buku “Implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi Dalam Prespektif Bela Negara” yang ditulis langsung oleh rektor UNISKA. Buku tersebut direncanakan akan segera disosialisasikan untuk civitas akademik UNISKA. Tak hanya buku bela Negara, TOT (Training Of Trainer) untuk dosen yang akan mengajar mata kuliah bela Negara sudah dilaksanakan tiga kali untuk mematangkan pemahaman bela Negara dan cinta tanah air. Terakhir, adanya sertifikat bagi mahasiswa dan dosen yang telah memenuhi kualifikasi cinta tanah air yang direncanakan untuk tahun depan.

Tak berlebihan jika hasil akhir dari serangkaian perwujudan kampus bela Negara dan cinta tanah air, diharapkan civitas akademik Universitas Islam Kadiri mempunyai jiwa bela Negara melalui bidang masing-masing. Dosen mampu menyalurkan ilmu bela Negara dengan maksimal. Untuk mahasiswa yang sudah lulus kuliah, ditargetkan memiliki daya juang yang tinggi, mental anti korupsi, pengamalan pancasila dalam masyarakat, dll.

Oleh : Faridatul Hasanah                                     Sumber : Drs. Musta’in Abbas, M.Pd.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Tolong masukkan nama di sini