Namamu adalah seseorang yang selalu aku diskusikan dengan tuhan. Sebelum aku tahu bahwa kau tak akan bisa menjadi milikku. Tak usah merasa bersalah jika kau tak mengharapkanku. Aku tak akan memaksamu jika kau memamng tak mau. Buat apa ada cinta jika hanya aku yang merasa. Seserorang yang telah kamu pilih , aku harap bisa membuatmu bahagia lebih dari apa yang aku berikan untukmu. Ketika genggaman eratmu tak lagi melingkar dijariku akan ada hal yang berbeda dalam hidupmu. Senyuman manisku tak akan kuberikan lagi untukmu.


KITA. Hanyalah kenangan yang harus segera dilupakan, mungkin bukan dilupakan lebih tepatnya. Hanya saja digantikan oleh kenangan yang lebih baru. Biarkan waktu yang akan melenyapkan kenangan itu, kau tak ush repot-repot untuk buru-buru melupakannya. Karena ketika ada dia disampingmu kau akan mudah melupakanku. Sedangkan aku, aku harus melangkah perih di atas tajamnya duri kebahagiaanmu saat bersandung dengannya.


Ingat satu hal saat aku benar-benar taka hadir dalam hidupmu. Jangan Tanya mengapa, pasti kau tau jawabannya. Namun jika tak tau, Tanya pada dirimu sendiri, adakah aku dalam lubuk hati kecilmu ? Sebesar rasa cintaku padamu tak akan bisa kau lihat saat kau mengharapkan orang lain. Pada akhirnya , rasa canggung akan menyambut saat kita tak lagi tegur sapa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Tolong masukkan nama di sini