Aksi Mahasiswa Menuntut Penurunan Biaya Wisuda Berujung Penyegelan Sementara Kantor Rektorat

0
17
mahasiswa yang menggelar aksi terkait tuntutan penurunan biaya wisuda

Independent. Mahasiswa Universitas Islam Kadiri (UNISKA) menggelar aksi terkait tuntutan penurunan biaya wisuda gelombang 1 di depan gedung Rektorat UNISKA, Selasa(24/8). Aksi yang dimotori oleh BEM, DPM, dan Aliansi Mahasiswa ini disebabkan oleh putusan pihak kampus yang dianggap masih memberatkan calon peserta wisuda UNISKA.

Putusan terkahir pihak Rektor setelah audiensi (19/08) adalah menurunkan biaya yang semula sejumlah 800 ribu menjadi 750 ribu.

Sebetulnya kami sudah melakukan audiensi, namun hasilnya hanya turun 50 ribu. Sedangkan bagi kami mahasiswa wisuda merasa dibebankan,” ungkap Difang selaku Ketua DPM universitas islam kadiri.

Menurut Difang point yang dirasa memberatkan Mahasiswa ialah point sarana dan prasarana sebesar 135 ribu dan juga akreditasi sebesar 100 ribu.

Point pertama yang memberatkan adalah sarpras sebesar 135 ribu dan akreditasi 100 ribu. mahasiswa merasa dibebankan karena pada saat diwisudakan mereka tidak dapat merasakan apa yang telah mereka bayarkan .” lanjutnya.

Pengamanan dari pihak kampus tampak maksimal, beberapa satpam dan pihak kepolisian berjaga di beberapa tempat serta mendampingi Bapak
Dr. Drs. Ec. Eko Widodo., M.M. selaku Wakil Rektor II UNISKA dan juga mahasiswa partisipan aksi.

Dari pihak rektorat menyampaikan bahwa pihaknya sanggup menurukan biaya sebesar 700 ribu. Namun pernyataan ini masih belum pasti.

Ini nanti juga untuk mahasiswa. Dari mahasiswa untuk mahasiswa. Kita bisa menurunkan sebersar 700 ribu. ” kata Bapak Eko Widodo, Selasa(24/8).

Hingga siang pukul 11.00 WIB aksi ini belum mendapat keputusan pasti dari pihak rektor. Di tengah aksi unjuk rasa berlangsung bapak Eko Widodo berusaha menghubungi Bapak Rektor yang mempunyai wewenang lebih dalam pengambilan keputusan. Namun pada saat dihubungi, bapak rektor menyampaikan bahwa beliau tidak dapat hadir dikarenakan masih berada di luar kota.

Saat ini Bapak rektor masih di luar kota. Nanti habis maghrib beliau akan ke sini. Silakan jika berkenan kalian datang nanti untuk berbicara lebih lanjut dengan beliau sendiri,” ucap bapak Eko Widodo.

Setelah adanya komunikasi dengan bapak rektor tersebut yang justru menimbulkan ketidak puasan pihak mahasiswa dan berujung penyegelan kantor Rektorat UNISKA. Mahasiswa terpaksa melakukan hal ini dikarenakan tuntutan mereka belum terealisasikan.

Sampai saat ini pihak Mahasiswa masih menunggu keputusan langsung dari Bapak Rektor Universitas Islam Kadiri di depan gedung Rektorat UNISKA.

Reporter : Marchella, Afia

Editor : Adit

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Tolong masukkan nama di sini