Sepakat Turun 200 ribu, DPM dan BEM Akan Terus Kawal Kebijakan Kampus yang Memberatkan Mahasiswa.

0
15
Audiensi Mahasiswa dengan Rektor Uniska Selasa malam (24/8)

Independent. Selasa malam (24/08) rektor UNISKA menemui masa aksi dan melaksanakan audiensi dirumah dinasnya area kampus dan melahirkan keputusan untuk pengurangan biaya wisuda sebesar 200 ribu.
Rektor UNISKA Ali Maschan Musa saat audiensi bersama masa aksi menyampaikan dari pihak rektoriat menyepakati penurunan biaya wisuda sebesar 200 ribu dari tuntutan masa aksi sebesar 230 ribu.

Ya uwis lah.. , diturunkan 200.., tinggal 30 saya berharap untuk di ikhlaskan saja.., ws bismillah” ungkapnya dengan nada yang pelan.

Setelah terjadi kesepakatan bersama masa aksi pun membubarkan diri dengan bersalaman dengan seluruh jajaran rektorat.
Menurut Putri Pertiwi wisudawan dari fakultas manajemen menyampaikan dirinya sudah menerima keputusan yang sudah di sepakati. Menurutnya penurunan 200 ribu sudah cukup dan sudah sedikit meringankan beban mahasiswa yang wisuda.

Menurut saya sudah cukup ya mas.., 200 ribu itu sudah sedikit meringankan dari pada 800 ribu” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Desi Fauziah calon wisudawan akuntansi
Menurutnya penurunan 200 ribu sudah cukup.

Saya rasa sudah cukup ya..” ujarnya.

Setelah melakukan audiensi dan menghasilkan kesepakatan bersama masa aksi melepaskan dan membersihkan atribut aksi yang di pasanga di gedung rektorat dan melepas rantai yang di gunakan untuk menyegel gedung.
Ryan Presiden mahasiswa menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebijakan kampus yang dinilai memberatkan mahasiswa.
Untuk kedepannya pasti kita akan terus mengawal kebijakan kampus yang memberatkan mahasiswa bahkan sempek titik darah penghabisan” ungkapnya kepada jurnalis independent

Senada dengan presiden mahasiswa ketua DPM juga menyampaikan meskipun dalam dalam kesepakatan yang dibuat belum maksimal tetapi ini adalah awal supaya kampus tidak semena-mena dalam membuat kebijakan dan ia juga akan terus pressure kebijakan kampus supaya tidak terjadi lagi kebijakan yang semena-mena.
Meskipun kesepakatan yang dibuat tidak sesuai harapat yang seharusnya 230 ribu tapi kita masih memiliki hati nurani mengiklaskan 30 ribu itu. Dan kami akan terus memprassure kebijakan kampus agar tidak terjadi lagi kesemena-menaan dan kesekarap-karepan kampus membuat kebijakan” kata divang saat di temui setelah aksi.


Editor : aditya
Jurnalis : udin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Tolong masukkan nama di sini